Kesehatan

Gejala Campak Jerman

Gejala campak jerman

“dilansir dari laman Alodokter” Campak Jerman atau Rubella adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Meskipun hal ini sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit. Akan tetapi, rubella berbeda dengan campak yang pada umumnya terjadi. Selain disebabkan oleh virus yang berbeda, efek campak umumnya lebih parah dibandingkan rubella atau campak jerman itu sendiri. Gejala campak jerman juga perlu diwaspadai, karena walaupun tergolong ringan campak ini mampu menulari ibu hamil. Terutama pada trimester pertama kehamilan. Sehingga kondisi tersebut dapat menyebabkan keguguran pda sang ibu yang sedang hamil. Atau bahkan bisa menyebabkan cacat pada sang bayi sepertihalnya terlahir tuli, menderita katarak, dan mengalami kelainan jantung. oleh karena itu penting sekali bagi sang ibu sebelum merencanakan kehamilan, dapat memastikan kondisi tubuh terhadap rubella dari segi kekebalannya yang tidak lemah. Sehingga, tidak menyebabkan resiko buruk pada sang bayi atau ibu yang sedang hamil.

            “dilansir dari laman Hellosehat” beberapa gejala campak jerman yang terdapat pada anak-anak hingga menjadi terinfeksi. Pada umumnya muncul 2-3 minggu. Berikut beberapa gejalanya rubella atau campak jerman itu sendiri. Diantaranya yang sering terjadi adalah:

  1. Kelenjar getah bening dan belakang telinga membengkak

kondisi di mana kelenjar getah bening mengalami pembesaran karena reaksi terhadap banyaknya sel imun yang dihasilkan kelenjar getah bening untuk melawan zat yang membahayakan tubuh.

  1. Ruam kulit pada kepala menyebar ketubuh selama 2-3 hari
  2. Kelenjar getah bening leher

Hal yang umum jika kelenjar getah bening di leher mengalami pembengkakan. Biasanya flu, sakit tenggorokan, infeksi gigi, maupun infeksi telinga, termasuk salah satu faktornya. kata Lorraine Smith, MD, dari Osborne Head and Neck Institute di Los Angele

  1. belakang telinga yang membengkak
  2. Sakit kepala

rasa sakit atau nyeri di kepala, yang bisa muncul secara bertahap atau mendadak. Nyeri bisa muncul di salah satu sisi kepala, atau di seluruh bagian kepala. Sakit kepala bisa membuat kepala terasa berdenyut, atau seperti terlilit kencang oleh tali.Sakit kepala bisa terasa ringan hingga berat, dan dapat berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari. Umumnya sakit kepala dapat diobati dengan obat-obatan. Namun untuk sakit kepala yang dipicu oleh penyakit serius, diperlukan penanganan lebih lanjut.

  1. Demam ringan

suatu reaksi kekebalan tubuh seseorang melawan infeksi virus, bakteri atau parasit yang masuk ke dalam darah seseorang. Selain kondisi itu demam juga dapat diakibatkan oleh gangguan pada imunitas yang mengakibatkan bertambahnya jumlah leukosit sehingga menimbulkan reaksi demam.

Rubella atau gejala campak jerman yang biasa terjadi pada dewasa dan remaja diantaranya adalah:

  • pembengkakan dan nyeri pada sendi terhadap wanita diusia muda

rasa sakit pada bagian tubuh yang menghubungkan tulang dengan tulang, menyebabkan pergerakan dan kualitas hidup penderitanya menjadi terganggu. Nyeri sendi bisa berlangsung singkat atau lama. Tingkat keparahan rasa sakitnya juga bervariasi, mulai dari ringan, menengah, hingga berat.

  • hilangnya nafsu makan

Hilangnya nafsu makan normal akan menjadi masalah jika kondisi tersebut terus berlanjut. Malnutrisi atau kurangnya makanan dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah masalah serius utama kehilangan nafsu makan jika berlangsung selama lebih dari beberapa minggu. Akibat kurangnya nafsu makan, tubuh kekurangan nutrisi penting untuk mengontrol gula darah.

  • infeksi kelopak mata dan bola mata (konjungtivitis)

mata merah, terasa sakit, berair dan peka terhadap cahaya. Selain itu, gejala lain yang sering dikeluhkan seperti merasa ada sesuatu yang mengganjal pada mata atau penglihatan menjadi kabur adalah ciri dari infeksi dari mata itu sendiri.

Sumber: Hellosehat.com